Tampilkan postingan dengan label seks dan pacaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seks dan pacaran. Tampilkan semua postingan

Wanita Cantik Laki-laki Suka, ternyata...

Biasanya yang memotivasi wanita untuk bersolek dan berhias adalah agar dirinya dikatakan dan dipandang cantik oleh laki-laki, sehingga menjadikan laki-laki tertarik pada wanita cantik tersebut.

Untuk mengejar target cantik ini terkadang wanita rela mengorbankan segalanya. Dari buka dada, buka paha, pamer puser bahkan telanjang bulat akan mereka lakukan. Parahnya kelakuan mereka, biasanya tergantung dari rasa malu yang masih tersisa dalam dirinya.

Banyak wanita yang lupa akan kecantikan sejati. Mereka mati-matian membentuk tubuh dengan mode gaya masa kini dan mengolesi setiap jengkal tubuhnya dengan berbagai kosmetik. Tujuan mereka hanya agar terlihat cantik di mata lelaki, dan inilah yang telah menjamur pada keseharian sebagian generasi muda wanita.

Fenomena ini tidaklah mengherankan bagi kita, karena begitu banyak iklan free seks yang bebas menyebar diberbagai media cetak dan elektronik. Wanita disuguhi berbagai macam aksesoris dan gaya, yang pada endingnya hanyalah untuk PEMUASAN SEKS dan hawa nafsu lelaki. Seolah-olah itulah yang menjadi tujuan wanita satu-satunya... Anehnya, banyak wanita yang bangga akan hal itu. Baik dengan sadar atau tidak.

Hai Wanita, apakah itu yang ada dalam tujuanmu hidupmu!!? Serendah itukah!?

Mudah2n sobat stw menjadi pribadi cerdas dan menjadikan ilmu sbg amal untuk bekal akherat...aamiin


widjiume

Artikel terkait yang bermanfaat :
- Pendidikan dan pergaulan remaja
- Free seks dan pergaulan bebas
- Pergaulan anak remaja
- Pengguna narkoba indonesia capai 5 juta orang
- Prostitusi via FB
- Antara Suka dan cinta
- Kesehatan reproduksi remaja

Mudah-mudahan bermanfaat.

Warnet Harus Punya Filter untuk Blokir Situs Porno

Natural crystal x -Beberapa hari yang lalu kita dengar, adanya permintaan dari MUI daerah Sumatera Barat pada pemerintah untuk merazia warnet yang tidak punya filter untuk memblokir situs porno. Karena ternyata kebanyakan warnet diisi oleh anak-anak yang rata-rata adalah SD, SMP dan SMA.


Kita ketahui bahwa dampak dari pornografi lebih berbahaya dari narkoba karena karena bisa menimbulkan bermacam perbuatan tercela dan timbulnya penyakit masyarakat yang lebih susah untuk disembuhkan. Ini disebabkan adanya kerusakan otak yang sangat fatal dan biasanya anak akan menjadi bodoh.


Bagi mereka yang telah kecanduan pornografi, maka akan mudah melakukan perbuatan tercela seperti pemerkosaan, perampokan dan perbuatan tidak beretika lainnya. Langkah awal yang harus dilakukan untuk mencegah dan memberantas pornografi tersebut adalah pemerintah dan pihak berwenang lainnya harus segera melakukan penertiban Warnet yang ada.

Pendirian warnet juga harus jelas aturannya. Tidak sembarang tempat ada warnet. Pernah saya temui, kurang dari 100 M ada 2 atau 3 warnet. Melihat hal ini berarti saat ini tidak ada aturan khusus mengenai pendirian warnet. Bahkan ditengah kampung yang padat penduduknya pun, ada warnet. Untungnya ada larangan dari warga setempat karena diantara anak-anak mereka tidak kenal waktu saat di warnet.

Begitu juga dengan penggunaan telepon genggam (HP), karena dengan HP, mereka akan mendapatkan gambar-gambar tercela yang merupakan kiriman dari teman-temannya. Dan ternyata hal ini sudah merambah pada anak-anak SD. Sosialisasi dampak negatif pornografi juga perlu dilakukan pemerintah hingga ke pelosok daerah dan sekolah-sekolah, sehingga menyentuh langsung anak-anak atau generasi muda tersebut.


Akhirnya kita harus selalu waspada dengan anak-anak kita sendiri, awasi semua yang menjadi kegiatannya. Cek dan periksa semua sisi dalam kamarnya, walaupun sampai dibawah kolong tempat tidur. Buku-buku, sms dan siapapun teman bergaulnya kita harus tau. Jangan memberikan alat pada anak, yang ternyata kita sendiri tidak tau bagaimana cara menggunakannya. Ini sama saja membunuh anak dan diri anda sendiri.

Jadi sangat penting bahwa warnet harus punya filter untuk blokir situs porno agar generasi remaja yang doyan browsing tidak mengalami kemerosotan moral.
Mudah-mudahan bermanfaat. Widjiume.


Artikel terkait :
- Free seks dan pergaulan bebas
- Dampak dan peran orang tua dalam pergaulan
- Pendidikan dan pergaulan remaja
- Antara Suka dan Cinta
- Prostitusi Via FB
- Kesehatan reproduksi remaja

Prostitusi Via FB

Natural crystal x - Bunda dan Sobat STW , awasilah adik, kakak, ponakan tetangga, teman rekan sahabat anda. Baik yang masih sekolah ataupun yang sudah kerja. Karena begitu mudah akses prostistusi via fb yang belakangan ini mulai marak.

Untuk yang masih sekolah, jangan sampai terkena bujuk rayu pacarnya dengan dalih pembuktian cinta sehingga melakukan perbuatan hina Free Seks. Atau teman rekan sahabat yang lain, ingatkan mereka bahwa kata Opie "Semua ada aturannya".

NIh ada sedikit info mengenai prostitusi via FesBuk...

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, kejahatan juga makin canggih. Kabar terbaru, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat prostitusi melalui fasilitas internet dengan menggunakan media Facebook (FB). Rata-rata pekerja seks itu gadis di bawah umur alias anak baru gede alias ABG. Diperkirakan, tarif yang dipatok berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta.

"Kita tangkap ya mucikarinya atasnama MY, beserta enam pekerja seksnya di Hotel F di daerah Pancoran, Jakarta semalam. MY menawarkan jasa pekerja seksnya lewat Facebook," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/02/2012) dikutip laman liputan6.

Inilah dampak pergaulan bebas remaja yang tidak ada proteksi dari negara ini. Seharusnya semua yang berhubungan dengan kebebasan bisa di filter sebelum masuk kemasyarakat yang tersaji dalam tayangan TV atau berbagai film di bioskop-bioskop.

Semoga artikel prostitusi via fb ini bermanfaat buat sobat
keseljuga.com

Artikel terkait yang bermanfaat, silahkan baca :
- Free seks dan pergaulan bebas
- Wranet harus punya filter untuk blokir situs porno
- Kesehatan reproduksi remaja
- Dampak dan peran orang tua dalam pergaulan remaja
- Pergaulan anak remaja
- Wanita cantik laki-laki suka, ternyata...
- Pornografi anak bertebaran di FB


Free Seks dengan Pacar

free seks
Sobat STW, di era tahun 2000 - 2002 di jakarta terkenal dengan tawuran pelajarnya. Berapa banyak korban tidak terhitung, dari cacat tubuh hingga meninggal dunia.

Namun di era sekarang lebih parah lagi. Beberapa lembaga melakukan survey mengenai perilaku seks bebas dikalangan pelajar. Hasilnya cukup ngelus dada...mereka melakukan free Seks pertama kali kebanyakan dengan pacar mereka.

Hal ini maklum terjadi karena arus liberal yang membebaskan semua ini. Pornografi, pornoaksi, tontonan mesum, sinetron syahwat dan tempat maksiat yang menjajakan tubuh makin meningkat. Baik melalui media TV, VCD porno, internet, majalah dan koran. Semua menawarkan gaya hidup free seks yang mengkhawatirkan

Karuan aja jika laki2 dari kecil sudah dicekoki tayangan semacam itu, mereka akan meluapkan nafsu birahi pada pacarnya. Dengan dalih "kesetian" dalam cinta...bodohnya juga perempuan dengan akal yang pendek turut dalam bujuk rayu nafsu laki2 semacam itu...

Warning, buat Sobat Stw yang punya Pacar pengen bukti kaya Gitu yaitu free seks, mending LANGSUNG PUTUSIN AJA, yakinlah bahwa pacar anda punya aklak yang buruk!! Perbaiki diri banyak berdo'a, karena akan ada yang lebih baik menanti anda...

Buat yang udah terlanjur free seks, meski anda pakai 'pengaman' agar tidak hamil...jangan bodoh dan jangan anggap remeh...Segera istighfar sebanyak2nya karena hal itu termasuk perbuatan Zina dan dosa besar. Perbaiki diri dan selalu berdo'a untuk kebaikan anda, keluarga dan keturunan anda...

Apapun alasannya free seks tidak akan dibenarkan selamanya. Karena itu adalah perilaku binatang yang tidak pantas dilakukan oleh manusia yang diciptakan dengan kesempurnaan.

Pergaulan Anak Remaja

Pergaulan Anak Remaja sekarang Parah Separah parahnya... Kebodohan yang dipiara tanpa punya rasa bersalah. Bahkan dengan alasan apapun tentu tidak akan dibenarkan.

"Mamah, papah, ayah, bunda, sayang, cinta, love" adalah panggilan yang biasa dipakai dalam mereka berpacaran. Entah melalui smsan atau komentar dalam FB. Hal seperti ini lama2 akan terbentuk dalam pikiran mereka, bahwa apapun yang mereka lakukan sudah layaknya pasangan yang halal dan tidak ingin terpisahkan.

Sehingga sering kita temukan beberapa kasus diantaranya :
> Ketika mereka putus dalam pacaran, bisa nekat mati bunuh diri atau saling bunuh.

> Ketika terjadi "kecelakaan" karena perbuatan mereka, sang laki-laki biasanya MUNTABER [mundur tanpa berita] akhirnya perempuan yang tanggung akibatnya baik bagi dirinya sendiri maupun keluarganya...

* Bagi Sobat yang merasa, maka Sadarlah...!
* Bagi yang punya anak perempuan, maka awasilah...!
* Bagi yang punya anak laki-laki maka didiklah, tentang harga diri...!
* Bagi yang saat ini jomblo, maka belajarlah...!

Semua ini termasuk peringatan bagi saya pribadi...mudah2n bermanfaat...
arliva widji

Artikel terkait yang bermanfaat, silahkan baca :
- Free seks dan pergaulan bebas
- Wranet harus punya filter untuk blokir situs porno
- Kesehatan reproduksi remaja
- Dampak dan peran orang tua dalam pergaulan remaja
- Wanita cantik laki-laki suka, ternyata...
- Pornografi anak bertebaran di FB



Fiqih wanita : Hukum Pacaran


Natural Crystal x - Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan batasannya tidak sama buat setiap orang. Dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. Karena itu kami tidak akan menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi. Berikut adalah fiqh wanita : hukum pacaran yang saat ini sangat umum dilakukan sobat muslim.

I. Tujuan Pacaran

Ada beragam tujuan orang berpacaran. Ada yang sekedar iseng, atau mencari teman bicara, atau lebih jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. Dan bahkan ada juga yang memang menjadikan masa pacaran sebagai masa perkenalan dan penjajakan dalam menempuh jenjang pernikahan.

Namun tidak semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan. Banyak diantara pemuda dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan semata, sebab dari sisi kedewasaan, usia, kemampuan finansial dan persiapan lainnya dalam membentuk rumah tangga, mereka sangat belum siap.

Secara lebih khusus, ada yang menganggap bahwa masa pacaran itu sebagai masa penjajakan, media perkenalan sisi yang lebih dalam serta mencari kecocokan antar keduanya. Semua itu dilakukan karena nantinya mereka akan membentuk rumah tangga. Dengan tujuan itu, sebagian norma di tengah masyarakat membolehkan pacaran. Paling tidak dengan cara membiarkan pasangan yang sedang pacaran itu melakukan aktifitasnya. Maka istilah apel malam minggu menjadi fenomena yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang normal.

II. Apa Yang Dilakukan Saat Pacaran ?

Lepas dari tujuan, secara umum pada saat berpacaran banyak terjadi hal-hal yang diluar dugaan. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifitas pacaran pelajar dan mahasiswa sekarang ini cenderung sampai kepada level yang sangat jauh. Bukan sekedar kencan, jalan-jalan dan berduaan, tetapi data menunjukkan bahwa ciuman, rabaan anggota tubuh dan bersetubuh secara langsung sudah merupakan hal yang biasa terjadi.

Sehingga kita juga sering mendengar istilah “chek-in”, yang awalnya adalah istilah dalam dunia perhotelan untuk menginap. Namun tidak sedikit hotel yang pada hari ini berali berfungsi sebagai tempat untuk berzina pasangan pelajar dan mahasiswa, juga pasanga-pasangan tidak syah lainnya. Bahkan hal ini sudah menjadi bagian dari lahan pemasukan tersendiri buat beberapa hotel dengan memberi kesempatan chek-in secara short time, yaitu kamar yang disewakan secara jam-jaman untuk ruangan berzina bagi para pasangan di luar nikah.

Pihak pengelola hotel sama sekali tidak mempedulikan apakah pasangan yang melakukan chek-in itu suami istri atau bulan, sebab hal itu dianggap sebagai hak asasi setiap orang.

Selain di hotel, aktifitas percumbuan dan hubungan seksual di luar nikah juga sering dilakukan di dalam rumah sendiri, yaitu memanfaatkan kesibukan kedua orang tua. Maka para pelajar dan mahasiswa bisa lebih bebas melakukan hubungan seksual di luar nikah di dalam rumah mereka sendiri tanpa kecurigaan, pengawasan dan perhatian dari anggota keluarga lainnya.

Data menunjukkan bahwa seks di luar nikah itu sudah dilakukan bukan hanya oleh pasangan mahasiswa dan orang dewasa, namun anak-anak pelajar menengah atas (SLTA) dan menengah pertama (SLTP) juga terbiasa melakukannya. Pola budaya yang permisif (serba boleh) telah menjadikan hubungan pacaran sebagai legalisasi kesempatan berzina. Dan terbukti dengan maraknya kasus `hamil di luar nikah` dan aborsi ilegal.

Fakta dan data lebih jujur berbicara kepada kita ketimbang apologi. Maka jelaslah bahwa praktek pacaran pelajar dan mahasiswa sangat rentan dengan perilaku zina yang oleh sistem hukum di negeri ini sama sekali tidak dilarang. Sebab buat sistem hukum sekuluer warisan penjajah, zina adalah hak asasi yang harus dilindungi. Sepasang pelajar atau mahasiswa yang berzina, tidak bisa dituntut secara hukum. Bahkan bila seks bebas itu menghasilkan hukuman dari Allah berupa AIDS, para pelakunya justru akan diberi simpati.


Image and video hosting by TinyPic naturalcrystalx Kelambu nyamuk Image and video hosting by TinyPic

jellygamat

III. Pacaran Dalam Pandangan Islam

a. Islam Mengakui Rasa Cinta

Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.

`Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .`(QS. Ali Imran :14).

Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.

Rasulullah SAW bersabda,`Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku`.

b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal

Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.

Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak.

Bahkan lebih `keren`nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan `pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.

Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `laki-laki sejati`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wanita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi “the real man”.

Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.

Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.

Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.

c. Pacaran Bukan Cinta

Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemu langsung.

Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada kepastian tentang kesetiaan dan seterusnya.

Padahal cinta itu adalah memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.

d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan

Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, atau perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya atas data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.

Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,`Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa` fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha` Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)

Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting.

Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebagai ta`aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.

Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum dan acak-acakan. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran.

Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya bisa dikatakan sebuah penyesatan dan pengelabuhan.

Dan tidak heran bila kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.

Oleh http://okikuswanda.wordpress.com/2007/12/22/fiqih-wanita-7hukum-pacaran/
Demikian tulisan seputar "fiqh wanita : hukum pacaran" dengan sumber tulisan diatas.
Artikel Lain :
1. Hamil Diluar Nikah dan Pergaulan bebas
2. Jangan Dekati Zina
3. Antisipasi tumbuhnya GeneraSI tak Sholat

Free Seks dan Pergaulan Bebas



Bahaya Free seks dan pergaulan Bebas…Nikmat sesaat,menyesal selamanya

Cinta memang anugerah Sang Maha Pencipta yang harus disyukuri. Karena cinta, kita ada ke dunia ini. Cinta kedua orang tua telah menjadi perantara bagi keberadaan kita. Kita juga dibesarkan tidak lepas dari kasih sayang dan cinta dari kedua orang tua. Dan sekarang, setelah dewasa, kita pun akhirnya merasakan yang namanya “jatuh cinta”.
Sah-sah saja kita jatuh cinta pada lawan jenis. Namun perlu diingat, ada rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar sebelum sertifikat halal kita peroleh. Sertifikat ini bisa didapat melalui gerbang yang dinamakan pernikahan.

Kenapa harus menikah? Yang jelas menikah itu bisa membedakan kita dengan binatang. Lihat saja hewan kalau mau berhubungan badan, mereka langsung saja melakukannya. Tetapi manusia sebagai makhluk yang dimuliakan Allah SWT, untuk melakukan hubungan intim dengan lawan jenis tidak boleh asal begitu saja tanpa ikatan di antara mereka. Ikatan itu terangkai dalam bingkai pernikahan yang sakral.

Sekarang, saya mengajak Anda mengamati gejala maraknya kebiasaan free sex yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita, bahkan parahnya sudah mewabah di kalangan pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya di kota-kota besar, namun juga di daerah terpencil. Jika kaum intelektual generasi muda kita telah terkontaminasi dengan apa yang disebut “kebobrokan moral”, maka nasib masa depan bangsa bisa porak poranda. Jika kebiasaan mereka melanggar larangan Tuhannya, lalu apa yang bisa diharapkan dari generasi seperti ini? Bagi kita yang prihatin, apa yang dapat dan harus kita lakukan?

Ada segolongan anak muda yang menganggap bahwa seks bebas menunjukkan mereka adalah generasi modern. Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu yang modern, tapi lebih tepat jika disebut sebagai kebiasaan kaum jahiliyah. Kebiasaan ini pernah dilakukan oleh kaum-kaum terdahulu yang dalam sejarah akhirnya ditimpa azab yang pedih ketika mereka masih hidup di dunia akibat murka Allah SWT. Azab mereka tidak ditangguhkan sebagaimana umat manusia saat ini, umat Nabi akhir jaman.

Apa sebenarnya yang terjadi ketika sepasang muda-mudi terjerumus free sex atau seks bebas atau lebih tepat disebut zina? Konon ini adalah kebiasaan tak waras yang diadopsi dari budaya barat tanpa filter akal sehat. Bagaimana bisa kita meniru mentah-mentah kebiasaan tidak bermoral dari manusia-manusia yang tidak mengenal Tuhannya…?

Sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta tanpa kontrol iman yang kokoh akan mudah sekali terjebak dalam jaring-jaring yang dipasang setan. Mereka akan mencari kesempatan berdua-duaan. Akibat setrum tegangan tinggi yang tidak bisa dikendalikan, maka seperti ada magnet… mereka mula-mula berpegangan tangan, lalu naik ke lutut, terus ke ketiak, eh… kok lama-lama bengkak…, yang perempuan tentunya. Apa gerangan yang terjadi? Ternyata kontak fisik tidak bisa dihindari, dan akhirnya hancurlah kesucian yang seharusnya dijaga dan dipelihara sebelum ijab qobul di hadapan penghulu dilaksanakan.

Mungkin pada awalnya mereka merasa berdosa. Beruntung bila mereka langsung bertobat. Namun bagi yang ketagihan, semacam menghisap candu, mereka melakukannya kapan saja di saat hasrat itu datang. Malang bagi mereka yang pergaulannya jauh dari kontrol orang tua, seperti pelajar/mahasiswa yang hidup di kos-kosan. Karena bila kegilaan ini melanda mereka, hanya iman di dada yang bisa mencegahnya. Maka muncullah prahara sex in the kost yang mewabah di kampus-kampus tempat generasi penerus pemimpin bangsa menuntut ilmu.

Pergaulan bebas seperti ini bisa menghancurkan sendi-sendi moral bangsa karena kebiasaan yang buruk biasanya menular dengan cepat kalau tidak segera ditanggulangi. Jika perilaku seksual manusia sudah tidak bisa dibedakan dengan hewan, apakah pantas jika manusia disebut sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi ini?

Ada seorang teman mahasiswi yang curhat tentang pengalamannya terjerumus pergaulan bebas, seks sebelum nikah. Dari ceritanya, saya tahu ia memiliki rasa penyesalan yang amat dalam. Apalagi setelah laki-laki yang menjadi pasangannya pergi begitu saja. Bukan saja kesuciannya yang hancur, namun juga hati dan masa depan cintanya. Sekali lagi, ini terjadi karena lepasnya iman di dada karena pacaran. Ketika niat berbuat mesum ada dan keadaan memungkinkan, bukankah setan tinggal kipas-kipas merayakan kemenangannya.

Bahaya bagi si wanita, jika ia tidak kuat iman setelah berbuat maksiat tersebut, tentunya hal itu akan berulang entah sampai kapan. Jika ia ditinggal pergi, bisa saja ia menjadi gadis penjaja cinta. Na’udzublillah… Beruntung jika ia kembali ke jalan yang benar. Namun, perasaan berdosa dan merasa diri hina biasanya selalu menghantui di setiap langkahnya. Tangis penyesalan tentunya mendera ketika sadar bahwa apa yang dulu ia perbuat merupakan sebuah kesalahan besar.

Antara cinta dan nafsu; jika nafsu yang dominan dan dengan dalih cinta memuaskan hasratnya, bukankah itu mengerikan? Apa lagi jika dalam pergaulan dengan lawan jenis saling mengumbar nafsu hanya untuk having fun, ini benar-benar berbahaya. Kesenangan sesaat, namun akibatnya tidak hanya penderitaan lahir, tapi juga batin. Tidak hanya bahaya di dunia, tapi juga di akhirat. Selain itu, pergaulan bebas dan zina juga bisa menularkan penyakit mematikan seperti AIDS dan juga penyakit kelamin lainnya.

Saya lupa sumbernya, namun mudah-mudahan bermanfaat.
Artikel terkait :
1. Hamil Diluar Nikah dan Pergaulan bebas
2. Jangan Dekati Zina
3. Antisipasi tumbuhnya GeneraSI tak Sholat

Image and video hosting by TinyPic naturalcrystalx Kelambu nyamuk Image and video hosting by TinyPic

jellygamat