Tampilkan postingan dengan label menahan pandangan mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menahan pandangan mata. Tampilkan semua postingan

Mata Timbilan

Natural crystal x - SObat, apakah anda tahu penyakit timbilan. Ya, itulah penyakit mata yang kadang membuat mata terasa perih dan berikut ini adalah seputar mata timbilan semoga bermanfaat.

A. Definisi
Hordeolum (sty) atau yang di Indonesia dikenal sebagai “bintitan”, adalah infeksi pada kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Biasanya hordeolum ini berisi nanah. Bila bertambah besar, akan menyebabkan sulit untuk melihat jelas, karena tidak dapat membuka mata secara optimal.
Lebih dari satu hordeolum dapat terjadi dalam satu waktu, yang disebabkan karena peradangan yang meluas di kelopak mata, sebuah kondisi yang disebut blefaritis. Hordeolum biasanya akan sembuh sendiri secara spontan dan sementara itu dapat diberi kompres hangat.

B. Penyebab
Penyebab dari hordeolum adalah infeksi bakteri, biasanya bakteri staphylococcus, yang menyerang kelenjar minyak kelopak mata.

C. Faktor Resiko
Hordeolum tidak terlalu menular. Untuk meminimalkan penularan, perlu melakukan teknik cuci tangan yang benar sebelum menyentuh kulit di sekitar mata.

D. Gejala
Hordeolum memberikan gejala radang pada kelopak mata seperti bengkak, mengganjal dengan rasa sakit, merah, dan nyeri bila ditekan. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di matanya. Biasanya sebagian kecil kelopak akan membengkak, walaupun dapat terjadi pada seluruh kelopak yang menyebabkan kelopak mata sukar diangkat karena bertambah beratnya kelopak. Pada pasien dengan hordeolum, kelenjar preaurikel, yaitu kelenjar yang terdapat di belakang telinga, biasanya turut membesar. Sering hordeolum ini membentuk abses (kantung nanah) dan pecah dengan sendirinya.

E. Kapan harus ke dokter
Sebagian besar hordeolum akan sembuh sendiri, tidak berbahaya bagi mata dan tidak mengganggu penglihatan. Namun, anda dapat pergi ke dokter bila ditemukan salah satu dari masalah di bawah ini:
 Mengganggu penglihatan anda
 Terlalu sering terjadi
 Tidak hilang dengan sendirinya
 Tidak memberikan respon dengan pengobatan sendiri

F. Pengobatan
Untuk mempercepat peradangan kelenjar dapat dapat diberikan kompres hangat, 4 kali sehari selama 10 menit sampai nanah keluar. Pengangkatan bulu mata dapat memberikan jalan untuk penyerapan nanah. Diberi antibiotik lokal terutama bila berbakat berulang atau terjadinya pembesaran kelenjar aurikel.
Biasanya tidak diperlukan antibiotik oral bila tidak terjadi peradangan menyeluruh di kelopak mata. Namun bila terjadi, dapat diberikan eritromisin 250 mg atau 125-250 mg diklosasilin 4 kali sehari, dapat juga diberi tetrasiklin. Bila terdapat infeksi stafilokokus di bagian tubuh lain maka sebaiknya diobati juga bersama-sama. Pada nanah dan kantong nanah yang tidak dapat keluar, dilakukan penyayatan untuk mengeluarkan nanah.
Ada juga seorang sahabat yang memakai bawang putih dan dioles pada bagian yang sakit, hasilnya tidak lagi kambuhan.

G. Pencegahan
Selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh kulit di sekitar mata.

Demikian postingan saya mengenai mata timbilan, setelah tahu dengan detail, kiranya kita bisa memberikan yang terbaik buat mata kita sendiri dengan aturan yang telah kita ketahui.
Semoga bermanfaat sumber

Lihat artikel bermanfaat lain :
- Natural crystal x

Catatan Hati Wanita Muslimah

Bismillahirrahmanirrahim...

Natural crystal x - Alhamdulillahirobbil'alamin...begitu banyak limpahan karunia yang Alloh curahkan untuk hamba-hambaNya, tiada kata lelah jika semua lillah (karena Alloh) dalam menjalani kehidupan ini.

Catatan hati wanita muslimah
Setiap hari yang dilalui merupakan tanda kasih-Nya. Selalu ada ibroh (hikmah) di balik segala sesuatu, baik itu berupa ujian maupun peringatan.

Menjadi seorang wanita bagiku adalah fitrah yang tidak bisa diganggu gugat kepada Sang Pemilik jiwa ini, karena sejatinya semua itu mengikuti jalur yang telah ditetapkanNya, manusia telah dibekali 'navigator' ter-valid yang pernah ada di muka bumi, itulah Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Menjalani kehidupan sebagai seorang wanita bukanlah perkara yang mudah. Namun fitrah ini begitu indah dilalui, jika sejalur dengan perintahNya.

Entah mengapa hal yang dirasa telah dilakukan, masih saja seringkali terganggu. Hijab yang dipakai untuk menjagaku dari yang bukan halal bagiku masih saja dianggap sebagai secarik kain tanpa makna. Pandangan merupakan anak panah Iblis! Peringatan berupa pernyataan yang sederhana namun terbukti kebenarannya.

Pandangan yang tertuju pada diri ini membuat ketidaknyamanan yang sangat, sehingga timbullah ingatan mengenai sindiran Alloh yang tersirat dalam hati 'huwa min indi anfusikum' (itu kesalahan dari dirimu sendiri).

Apakah ini merupakan kesalahan dari diriku? Apakah diri ini belum cukup/jauh dari kata 'cukup' untuk menjaga diri dari pandangan yang bukan mahramku? Dan perasaan bersalah selalu muncul jika teringat laki-laki yang halal bagiku kelak akan marah dan jengkel tentunya ketika pasangannya dipandangi dengan pandangan seperti itu.

Apakah mereka tidak ingat dengan kalimat yang tertuang pada surat cinta yang Dia turunkan?

"Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, apa yang mereka perbuat'." (QS. An-Nuur [24] : 30)

Tidak sadarkah mereka? Bahwa mereka telah merampas hak-hak orang lain, hak yang bukan miliknya? Hak yang seharusnya hanya diberikan kepada seseorang yang memang halal bagi mahromnya?

Diri ini pun berusaha untuk selalu menjaga pandangan dari bukan haknya, meski untuk berdialog ataupun dalam majelis ilmu, pandangan ini tertuju pada pembicara yang bukan mahrom, tapi Insya Alloh itu dilakukan untuk kepentingan mencari ilmu.

Tidakkah mereka mengerti bahwa memandangi seorang yang bukan mahromnya tanpa ada alasan yang syar'i merupakan salah satu dosa? Dan dosa tanpa adanya taubat semasa hidup di Dunia akan menjadi tabungan api Neraka di Akhirat nanti.

Diri ini hanya makhluk yang dhoif, yang ingin dihargai sejalur dengan fitrahnya, bukan dinilai sebagai wanita yang dapat disamakan dengan wanita lain yang menganggap wajar pandangan laki-laki bukan mahrom atas dirinya.

Simpanlah pandangan itu bagi mahrommu kelak sehingga pandangan itu bukan lagi sebagai anak panah Iblis, namun pandangan kasih berbuah pahala, menjadi titian yang dapat menghantarkan pada Surga yang kekal.

Bukankah lebih terasa indah ketika pandangan itu dijaga sampai waktunya tiba? Sampai seseorang yang tertulis di lauhl mahfudz itulah yang akan kita pandangi setiap harinya dengan penuh rasa kasih?

Hargailah kami sebagai wanita yang berusaha untuk selalu istiqomah di jalanNya, hanya itu yang kami perlukan. Semoga pemahaman terlahir dariNya melalui tulisan ini. Jazakumulloh khoiron katsir. Catatan hati wanita muslimah

Wallohu A'lam Bisshowab.

Sumber : www.eramuslim.com


Semoga hadirnya tulisan ini dapat menambah wawasan bagi pembaca sekalian. Dan kami mohon maaf jika ada kekurangan disana-sini. Sebagai manusia kami tentunya tidak terlepas dari kesalahan atau kekeliruan. Oleh karena itu kami mengharap kritik dan masukan dari pembaca sekalian untuk lebih menyempurnakan tulisan ini...

Ditulis kembali oleh http://naturalcrystalx-wanitacantik.blogspot.com/
Artikel Lain :
1. Pergaulan bebas
2. Jangan Dekati Zina
3. Antisipasi tumbuhnya GeneraSI tak Sholat

Berbagai masalah anda silahkan klik gambar :

Image and video hosting by TinyPic Image and video hosting by TinyPic Kelambu nyamuk Image and video hosting by TinyPic

jellygamatImage and video hosting by TinyPic