Tampilkan postingan dengan label Team. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Team. Tampilkan semua postingan

Hukum Operasi Selaput Dara


DR. Ahmad Zain An Najah, M.A.

Selaput dara adalah selaput tipis yang ada di dalam kemaluan wanita, yang oleh masyarakat sering disebut keperawanan, karena jika selaput dara tersebut belum pecah atau sobek menunjukkan bahwa wanita tersebut masih perawan, dan belum pernah melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki, walaupun tanda ini tidaklah mutlak, karena ada sebagian wanita yang tidak pecah selaput daranya saat melakukan hubungan seksual.

Yang dimaksud operasi selaput dara dalam pembahasan ini adalah operasi untuk memperbaiki selaput dara yang rusak atau mengembalikannya kepada tempat semula. Dan ini termasuk masalah kontemporer yang belum ditemui oleh para ulama pada masa lalu. Untuk memudahkan pemahaman, maka pembahasaan ini, kita bagi menjadi beberapa bagian, sesuai dengan penyebab hilangnya selaput dara
Pertama : Hilang selaput dara karena sesuatu yang tidak dikatagorikan maksiat .

Seorang gadis mungkin saja kehilangan selaput daranya ( keperawanannya ) akibat kecelakaan, jatuh, tabrakan, membawa beban terlalu berat, atau karena terlalu banyak bergerak dan lain-lainnya . Begitu juga jika ia masih kecil dan diperkosa seseorang ketika dalam keadaan tidur atau karena ditipu.

Dalam keadaan seperti ini, jika si gadis yang tidak berdosa tadi melakukan operasi untuk mengembalikan selaput dara yang hilang atau rusak, maka, menurut sebagian ulama hal tersebut dibolehkan, atau disunnahkan , bahkan kadang-kadang hukumnya menjadi wajib ( DR. Muh. Nu’aim Yasin, , Fikih Kedokteran, hal 207 ) , alasan-alasannya sebagai berikut :

1. Gadis tersebut tidak berbuat maksiat, kejadian yang menimpanya merupakan sebuah musibah. Ini sebagaimana orang yang patah tulang atau luka bakar atau terkelupas kulitnya akibat sebuah kecelakaan. Jika orang-orang yang kena musibah ini dibolehkan untuk melakukan operasi dengan tujuan memperbaiki organ tubuhnya yang rusak, maka orang yang kehilangan atau tersobek selaput daranyapun dibolehkan untuk melakukan operasi demi mengembalikan salah satu organ tubuh yang hilang tadi.
2. Menyelamatkan gadis ini dari tuduhan dan fitnah yang ditujukan kepadanya akibat tidak mempunyai selaput dara lagi, sekaligus menutupi aib yang menimpa dirinya. Hal ini sesuai dengan ruh Islam yang memerintahkan untuk menutupi aib sauadaranya, sebagaimana yang tersebut dalam hadist : “ Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akherat “ ( HR Bukhari dan Muslim )

Namun, walaupun begitu, ada sebagian ulama yang tidak membolehkan gadis tersebut untuk melakukan operasi selaput dara, karena mungkin saja orang lain tahu bahwa gadis tersebut sudah rusak atau hilang selaput daranya dari pihak-pihak tertentu, sehingga tujuan untuk menutup aib menjadi tidak terwujud. Selain itu, aurat si gadis tadi akan dilihat oleh para dokter padahal operasi ini bukanlah hal yang darurat. Sedangkan untuk menghindari fitnah dan tuduhan bisa saja dengan menjelaskan kepada masyarakat atau calon suami, bahwa selaput dara yang hilang tadi akibat kecelakaan, bukan akibat perbuatan zina. ( DR, Muh. Muhtar Syenkity , Ahkam Jirahiyah Tibbiyah, hal 432 )

Dari dua pendapat di atas, maka siapa saja yang selaput daranya robek atau hilang karena kecelakaan , atau karena hal-hal lain yang tidak termasuk maksiat, sebaiknya tidak usah melakukan operasi selaput dara, karena hal tersebut bukanlah hal yang darurat. Jika ingin menikah bisa dengan menjelaskan kepada calon suami keadaan yang sebenarnya. Akan tetapi jika memang keadaannya sangat mendesak, dan membutuhkan operasi selaput dara serta hal itu benar-benar akan membawa maslahat yang besar, maka hal itu dibolehkan juga.



Kedua : Hilang selaput dara karena maksiat seperti berzina.

Orang yang berzina bisa dibagi menjadi dua keadaan :

1. Keadaan pertama : dia telah berzina , tapi masyarakat belum mengetahuinya.

Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat di dalamnya, sebagian membolehkannya untuk melakukan operasi selaput dara, dengan dalih bahwa hal itu untuk menutup aib dan maksiat yang pernah dilakukannya, apalagi dia bersungguh –sungguh ingin bertaubat, dan ajaran Islam menganjurkan untuk menutup aib saudaranya, sebagaimana dalam hadist yang disebut di atas. Namun, sebagian ulama yang lain tidak membolehkannya, karena hal itu akan mendorongnya dan mendorong orang lain untuk terus-menerus berbuat zina, karena dengan mudah dia akan melakukan operasi selaput dara setelah melakukan zina dan ini akan membawa mafsadah yang besar dalam masyarakat.

Namun untuk mengambil jalan tengah, hendaknya dilihat keadaan orang yang ingin melakukan operasi selaput dara, jika memang benar-benar orang tersebut ingin bertaubat nasuha dan operasi tersebut akan membawa maslahat yang besar , maka tidaklah mengapa, tapi jika tidak, sebaiknya ditinggalkan.

1. Keadaan kedua : dia telah melakukan zina, tapi masyarakat sudah mengetahuinya.

Dalam keadaan seperti ini, para ulama sepakat untuk mengharamkan operasi selaput dara, karena madharatnya jauh lebih besar dan tidak ada maslahat yang di dapat dari operasi tersebut sama sekali.



Ketiga : Hilang selaput dara karena pernikahan .

Hilangnya selaput dara akibat hubungan seksual dalam pernikahan. Ini adalah sesuatu yang sangat wajar dan normal, bahkan hampir semua perempuan yang pernah menikah dan melakukan hubungan seksual dalam pernikahan tersebut pasti mengalaminya. Dengan demikian, melakukan operasi selaput dara untuk mengembalikan selaput daranya yang telah sobek dan hilang adalah perbuatan sia-sia dan menghambur-hamburkan uang dan waktu. Selain itu, mau tidak mau dia harus membuka auratnya yang paling vital dan tentunya akan dilihat oleh para dokter yang akan menangani operasi. Oleh karenanya, melakukan operasi selaput dara dalam keadaan seperti ini adalah perbuatan yang tercela dan dilarang dalam Islam. Para dokter yang ikut menyetujui dan melakukan operasi juga ikut berdosa. Para ulama sepakat dalam hal ini.
Wallahu A’lam, Natural Crystal X

Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati



Natural crystal x - Setelah anda mengetahui natural crystal x produk kesehatan alami dan juga testimony maka untuk saat ini mari rajin-rajin memeriksakan diri, agar tidak menjadi penyesalan di kemudian hari. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati suatu penyakit.

KANKER leher rahim atau yang lebih dikenal dengan nama kanker servik merupakan penyakit nomor satu yang membunuh kaum Hawa di Indonesia. Setiap tahun, terdapat 15 ribu kasus baru dan delapan ribu di antaranya meninggal dunia. Bahkan, satu perempuan meninggal setiap jam karena penyakit ini.

Salah satu penyebab hilangnya nyawa manusia dengan mudah itu karena informasi yang
berkaitan dengan kanker serviks belum dapat menjangkau seluruh masyarakat, terutama
wanita. Padahal, semua wanita berisiko terkena kanker yang menyerang organ utama
mereka.

Kanker pada Wanita

Menurut hasil penelitian, penyebab kanker tersering pada wanita (setelah kanker
payudara) adalah tiga bersaudara : Kanker Ovarium (kanker indung telur), kanker
servik (kanker leher rahim) dan Kanker Uterus (kanker rahim)
Reproduksi wanita terdiri dari : 2 indung telur (ovarium), 2 tuba fallopi, rahim
(uterus), servik dan vagina.
Kanker Ovarium (Kanker Indung Telur)

Merupakan kanker bagian kandungan yang paling sering terjadi, yang diduga disebabkan
karena meningkatnya tingkat kemakmuran pada wanita sehingga mereka enggan untuk
melahirkan anak.

Tercatat sejumlah 190.000 kasus di dunia dengan angka kematian hingga 115.000.
Pada awalnya kanker servik menduduki peringkat pertama dalam kasus kanker kebidanan
dan kandungan, namun sejak ditemukannya pencegahan dan deteksi skrining awal, kini
jumlah penderita kanker servik semakin menurun.

Tercatat sejumlah 500.000 kasus diseluruh dunia dengan tingkat kematian hingga 250.000

Faktor resiko terjadinya servik kanker :
* Memiliki hubungan seksual dengan lebih dari satu orang

* Berhungan seksual di usia awal

* Pernah atau baru terinfeksi HPV, kondiloma atau keduanya

* Pengguna immunosuppressan, contohnya pada mereka dengan transplan ginjal

* Riwayat merokok atau kecanduan terhadap zat-zat lain

* Adanya displasia servikal, endometrium, vagina atau kanker vulva

Jika hasil patologi ditemukan Cervical Intra-epithelial Neoplasia (CIN), adalah sel
servik yang berubah menjadi pre-kanker, dapat menjadi kanker jika tidak segera
ditangani.

Gejala kanker servik:

* Terjadi perdarahan vagina pada masa menopause atau pada saat menstruasi.

* Darah berbau amis keluar dari vagina

* Nyeri, perdarahan setelah hubungan seksual

* Teraba ada massa di vagina

Penanganan kanker servik:
* Operasi Radikal : Mengangkat servik dan rahim sekaligus kelenjar limpa sekitarnya

* Operasi + kemoradiasi

* Kemoterapi - radiasi

Menurut hasil penelitian, pada penderita kanker servik ditemukan adanya latar
belakang pernah terinfeksi Human Papiloma Virus (HPV).

Hingga hampir 80% penderita kanker servik adalah pernah terpapar virus HPV tipe 16,
18, 31 dan 45.

Khusus untuk HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker servik hampir pada 70%
penderita, telah ditemukan vaksinasi pencegahannya yang dikenal dengan Gardasil®,
diberikan suntikan selama 3 kali dalam kurun waktu 6 bulan. Perlu diingat bahwa
vaksinasi ini tidak mencegah semua tipe kanker servik, tidak bisa untuk penanganan
kanker servik dan atau luka vagina yang lain.

Kami menyediakan Natural Crystal X produk kesehatan alami untuk berusaha membantu anda dalam pencegahan dan pengobatan masalah kewanitaan anda.Semua di tangan Yang Maha Kuasa kita hanya bisa berusaha dan tawakal, untuk itulah lebih baik mencegah daripada mengobati, yang bisa anda lakukan dengan natural crystal x ini.

Hub : Ummu Qoim
No Hp : 081399295740